BERBAGI
ilustrasi

sorotbekasi.com – Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror berhasil menangkap tiga terduga teroris di Kabupaten Indramayu dan Bogor, Jawa Barat. Dua di antaranya adalah pasangan suami-istri berinisial MR dan IZL. Mereka diciduk di Kampung Setu, Desa Leuwi Mekar, Kecamatan Leuwi Liang, Kabupaten Bogor, Rabu (7/2/18).

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul membenarkan Tim Densus 88 Antiteror kembali menangkap beberapa orang terduga teroris.

Terduga teroris yang pertama ditangkap ialah pria berinisial MJ (31). Dia dibekuk di jalan Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu pada Rabu, 7 Februari 2018.

Martinus mengatakan MJ diduga terlibat sejumlah peristiwa teror yang ada di Indonesia. Namun, peran pasti MJ masih didalami. “Ini terkait dengan beberapa peristiwa yang terjadi di Indonesia,” katanya.

Hasil penyidikan sementara, MJ aktif dalam kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Ia diduga satu jaringan dengan narapidana teroris Ali Hamka yang saat ini mendekam di LP Cipinang.

“Yang kita bisa sampaikan sementara dilakukan penangkapan terhadap dua orang di Indramayu,” ujarnya di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (9/2).

Dia menerangkan, penangakapan tersebut terkait dengan beberapa peristiwa teror yang sebelumnya terjadi di Indonesia. Soal apa peran dari masing-masing terduga teroris, katanya, masih dalam penyelidikan Tim Densus 88 Antiteror

“Nanti akan kita dalami lagi peran-peran yang bersangkutan,” tambahnya.

Namun yang pasti, dalam terorisme, terdapat empat peran. Diantaranya, sebagai pelaku langsung, pembuat bom atau senjata, pemberi dana, dan yang memberikan fasilitas termasuk melakukan perekrutan.

“Sehingga dengan empat dasar itu kita melakukan upaya-upaya pencegahan dengan melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang terkait dengan hal tadi,” kata dia.

Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Hary Suprapto mengatakan, belum dapat memastikan bahwa masing-masing yang ditangkap saling berhubungan atau tidak. Begitu pula belum diketahui pasti ketiganya bagian dari dari jaringan teroris mana.

Densus, kata Hary, memiliki kewenangan vertikal langsung ke Mabes Polri. Menurut dia, sampai saat ini Polda Jabar belum menerima informasi terperinci tentang penangkapan di Bogor. “Itu kan mandiri, kemudian teknisnya kita tidak dapat informasi. Kalau Indramayu memang saya iyakan,” ujarnya.

Oleh karena itu masyarkat diimbauan agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap infiltrasi faham radikal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila serta menimbulkan ancaman serius bagi pertahanan dan keamanan bangsa. (ynt)

Windows users can try out this guide at iclarified to get openssh installed and running and use winscp it’s www.celltrackingapps.com/ just as easy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here