BERBAGI
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mendesak Polri mengusut tuntas kasus tindak kekerasan kepada tokoh agama yang terjadi beberapa waktu terakhir.

sorotbekasi.com – Maraknya penyerangan terhadap ulama belakangan ini memaksa Polri untuk dapat mengusut tuntas siapa dibelakang dari semua aksi penyerangan yang meresahkan masyarakat itu.

Dukungan terhadap Polri untuk segera mengungkap dugaan adanya pihak yang mengatur munculnya kasus-kasus penyerangan terhadap tokoh agama yang belakangan ini terjadi terus mengalir.

Sebagai penegak hukum Polri harus bisa memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat dalam beribadah dan menjalankan kehidupan beragama.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mendesak Polri mengusut tuntas kasus tindak kekerasan kepada tokoh agama yang terjadi beberapa waktu terakhir.

“Saya mendesak Polri untuk bersungguh-sungguh mengusut tuntas siapa dan apa di balik ini semua, serta melakukan upaya pencegahan dan perlindungan atas pemuka agama, serta mengawasi orang-orang gila (atau berpura gila),” ujar Din dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2/18).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu meminta umat beragama meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak-pihak yang ingin mengadu domba dengan tujuan menciptkan kekacauan.

“Kepada umat beragama agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pihak yang tidak bertanggung jawab yang hanya ingin mengadu domba antar umat beragama dan menciptakan kekacauan dalam kehidupan masyarakat,” tegas Din.

Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak juga mendesak Polri untuk serius mengungkap siapa yang menjadi ‘produsen’ orang gila belakangan ini, yang secara spesifik menyerang para tokoh agama.

Menurutnya hal itu ia katakan untuk menjaga kondusifitas keamanan di Indonesia.

“Peristiwa berulang dan seragam ini pasti bertujuan untuk mengganggu kondusifitas Indonesia, dan mengganggu toleransi umat beragama di Indonesia,” kata Dahnil, dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/2).

Dahnil juga meminta kepada seluruh sahabat Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) diseluruh Indonesia untuk bersiap siaga di lingkungan terdekat.

Seperti diketahui, aksi penyerangan terhadap ulama bukan kali pertama ini terjadi. Persepsi pun berkembang di masyarakat. Sebab dalam waktu yang tidak lama dua ulama dianiaya oleh orang yang diduga tidak waras. Mungkin saja kemiripan waktu yang terjadi pada waktu dini hari atau menjelang subuh ini biasa-biasa saja. Namun akan sangat wajar jika hal ini menjadi pertanyaan serius di masyarakat.

Kasus pertama terjadi kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri. Saat itu ia menjadi korban penganiayaan usai Shalat Subuh di masjid.

Belum jelas motif penganiayaan terhadap Kiai Umar, tiba-tiba muncul kasus baru yang bahkan menyebabkan meninggalnya Komando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto. Ustaz Prawoto meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya seorang pria pada Kamis (2/1) pagi.

Jika melihat motif yang hampir sama bahkan pelakunya dua-duanya diduga sakit jiwa atau gila, kita patut waspada, namun tetap harus tenang dan jernih melihat fenomena orang gila. Jangan sampai juga kita ikut-ikutan gila dibuatnya.

Belum reda kasus orang gila muncul lagi seorang pemuda dengan menggunakan pedang panjang tiba-tiba menyerbu gedung gereja saat sedang misa, Minggu (11/2/2018) pagi.

Saat kejadian pelaku masuk ke gedung utama gereja sambil mengayun-ayunkan senjata tajam sehingga para jemaat Gereja St Lidwina, Sleman berhamburan keluar

Dalam peristwa itu empat orang menjadi korban diantaranyah, Budijono, mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang dan leher bagian belakang akibat senjata tajam, Romo Prier d/a Asmi Bener Yogyakarta mengalami sobek pada kepala belakang akibat senjata tajam.

Seorang polisi pun jadi korban kebringasan bacokan pria tidak dikenal tersebut.

Kemudian insiden pengerusakan Masjid Baiturrahim di Karangsari, Tuban, Jawa Timur oleh pria yang diduga mengalami gangguan jiwa pada Selasa (13/2/2018) dini hari.

Pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan itu mengamuk dengan memecahkan sebagian kaca masjid Baiturrahman. Hal itu berdasarkan dari keterangan para saksi.

Teranyar penyerangan oleh pelaku orang gila kembali terjadi terhadap KH. Hakam Mubarak, pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Insiden tersebut terjadi saat menjelang shalat dzuhur, Minggu (18/2). Berdasarkan informasi, terdapat seorang laki-laki muda diduga gila duduk di pendopo rumah Kiai Hakam.

Kemudian, Kiai Hakam menyuruh orang gila tersebut untuk pindah. Akan tetapi, orang gila tersebut tidak mau dan akhirnya justru mengejar dan melawan Kiai Barok hingga ia terjatuh. Beruntung, kejadian itu segera dipisahkan oleh warga dan pelaku kemudian diamankan di Polsek Paciran.

Meski demikian masyarakat diimbau untuk memercayakan kasus ini kepada Apkam dan tidak menyebarkan pemberitaan negatif terkait dengan hal tersebut karena justru berpotensi ditunggangi kepentingan kelompok oposisi yang ingin mengguncang ketahanan nasional dengan mengangkat isu sentimen agama. (sky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here