BERBAGI

sorotbekasi.com – Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tata Niaga (Ditjen PTKN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI menyelidiki delapan kontainer bawang putih impor yang diduga ilegal. Hal tersebut memicu tingginya harga bawang putih di pasaran.

“Ditemukan adanya dugaan pelanggaran administrasi,” kata Pelaksana Tugas Direktur Tertib Niaga Ditjen PTKN Kemendag RI Veri Anggrijono di Jakarta, Senin (5/3).

Awalnya petugas Direktorat Niaga Kemendag RI mengawasi “post border” terhadap salah satu importir yang diduga melanggar aturan pengiriman bawang putih di Pasar Induk Kramatjati Jakarta Timur pada Jumat (2/3).

Kemudian, petugas memeriksa Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang tercantum pengiriman bibit bawang putih, namun importir itu ikut memasukkan bawang putih. Veri menyebutkan petugas mengamankan 250 karung bawang putih di Pasar Induk Kramatjati dari jumlah total pengiriman sebanyak delapan kontainer atau 13.000 karung.

Atas temuan itu, pihaknya saat ini masih menelusuri sisa barang bukti bawang putih tersebut lantaran telah tersebar pada sejumlah daerah seperti Medan Sumatera Utara dan Malang, Jawa Timur. “Kita upayakan penarikan semuanya agar tidak mengganggu masyarakat,” jelasnya. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas tata niaga bahan pangan agar tidak menimbulkan instabilitas harga dan stok di pasaran.

Ia menegaskan Kemendag tidak mengatur impor benih dan belum mengeluarkan izin impor bawang putih.

Menurutnya pengiriman bawang putih melalui impor bibit sebagai modus “nakal” yang dilakukan oknum importir agar meraup keuntungan. Importir itu menurut Veri berupaya mengelabui petugas dengan cara mencantumkan bibit pada PIB namun kenyataannya mengirimkan bawang putih kemudian menjual ke pasaran.

“Saat ini, kita sudah temukan salah satu importirnya,” paparnya.

Seperti diketahui, sejak minggu kedua Februari 2018, harga bawang putih merangkak naik. Per Senin (5/3), berdasarkan hargapangan.id, harga bawang putih di Jakarta menjadi yang tertinggi dengan Rp45.750 perkilogram. Kemudian di Yogyakarta dengan Rp40.250 perkilogram. Daerah lain yang juga mengalami kenaikan harga bawang putih yang tinggi adalah Maluku Utara dan Papua Barat dengan Rp38.750 perkilogram.

Berdasarkan data BPS, luas lahan pertanian bawang putih di 2016 hanya mencapai 2.407 hektare. Angka ini bahkan menurun 6,09% dibandingkan lahan bawang putih yang tercatat seluas 2.563 hektare pada 2015.(nl/gh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here