BERBAGI

SOROTBEKASI, Musibah Bencana Gempa dan Tsunami Palu yang telah menelan banyak korban mengundang simpati dari berbagai penjuru nusantara bahkan dunia. Tak terkecuali Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jawa Barat.

Ketua DPD PDI Perjuangan Mayjen (Purn) Hasanuddin langsung melakukan bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dan memerintahkan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang berjumlah 27 DPC untuk segera melakukan penggalangan bantuan sosial dan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat Sulawesi Tengah

“Kita perintahkan seluruh DPC, dan Organisasi sayap partai, terutama Baguna untuk menghimpun dan menggalang solidaritas. Baik Materil maupun pakaian dan yang lainnya yang dibutuhkan korban bencana,” jelas Kang Hasan, sapaan akrab Hasanuddin. Untuk mempermudah, pihaknya akan membuka rekening yang akan dikontrol oleh Badan Penanggulangan Bencana (Bagun) DPD PDI Jawa Barat.

Hasanuddin menjelaskan, musibah yang dialami oleh masyarakat Palu dan Donggala, adalah musibah kita semua yang harus kita hadapi bersama. Sebagai saudara sebangsa, maka sudah sepatutnya masyarakat Indonesia memberikan simpati dan aksi sosial untuk meringankan kebutuhan mereka. Hasanuddin mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sigap dalam merespon musibah bencana tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder dan alat negara seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, BNPB dan. “Kita menaruh apresiasi kepada TNI, Polri, BNPB yang sigap. Solideritas ini luar biasa, dan kita harus bahu membahu membantu masyarakat saat dibutuhkan,” tegas Kang Hasan, saat berjumpa diruangan Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jl. Pelajar Pejuang, Bandung. Kang Hasan juga meyakini dengan koordinasi yang baik Jokowi bisa menghadapi musibah ini.

Seperti diketahui, bencana gempa dan disusul dengan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jum’at (28/9/2018). Akibatnya bangunan ambruk dan puluha jatuh korban jiwa. Berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (29/9/2018), saat ini total jumlah korban tewas yang terdata yakni 384 orang. Jenazah ini tersebar diberbagai rumah sakit di Palu. Sementara itu, jumlah orang hilang yang terdata 29 orang. Dan Luka berat 540 orang. Sebaran korabn luka tersebar di sejumlah rumah sakit di Kota Palu.
“Jumlah korban ini hanya tercatat di Kota Palu. Belum ada di Donggala. Korban disembabkan gempa dan Tsunami,’ Jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugraha dalam konfrensi pers.

Sutopo pun menjelaskan jumlah korban akan teru bertambah. Ini lantaran sejumlah wilayah di Kota Palu dang Donggala belum disisir. “Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah. Karena proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Tim Sar gabungan. Selain itu sejumlah wialyah juga belum dijangkau oleh tim Sar,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here