Neneng Kena OTT, Eka Supriatmaja jadi Plt Bupati Bekasi

0

SOROTBEKASI – Tertangkapnya OTT Neneng Hasanah Yasin oleh KPK membuat estafet kepemimpinan Kab Bekasi beralih.

Wakil Bupati Bekasi, Eka Supriatmaja, Kamis, (18/10/2018), resmi menjabat Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bekasi setelah mendapat surat tugas dari Kemendagri Cahyo Kumolo melalui Wakil Gubernur Jawa Barat.

Eka mengatakan dirinya segera beradaptasi dengan aturan-aturan yamg menjadi kewenangannya sebagai Plt Bupati.

“Kita beradaptasi dulu apa-apa saja yang boleh menjadi kewenangan Plt Bupati. Jangan sampai kita menabrak aturan,” singkatnya saat dihubungi Rabu malam.
Meski masih berduka atas penangkapan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin oleh KPK, Eka mengungkapkan roda pemerintahan tidak boleh berhenti.

Semua harus berjalan seperti biasanya, misalnya pelayanan terhadap masyarakat tidak boleh terganggu.

“Selain itu, kita sekarang menghadapi APBDP dimana harus segera mengisi kekosongan para Kepala Dinas yang kemaren ditangkap KPK. Kan ada 3 Kepala Dinas yang kosong, itu segera diputuskan siapa Plh nya supaya anggaran akhir tahun bisa diserap,” ungkapnya.

Eka Supriatmaja saat ini bukan hanya menjabat Plt Bupati Bekasi. Secara politis, pria yang pernah menduduki jabatan Ketua DPRD ini juga segera menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

“Segera jabatan Ketua DPD diserahkan ke Pa Eka. Karena dia Wakil Ketua I,” beber Sekertaris DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Son Haji

OTT KPK, Ini Nama-namanya

0

SOROTBEKASI– KASUS suap Perizinan Meikarta memakan korban para pejabat hingga Direktur Lippo.

Neneng Hasanah Dijemput KPK

0

SOROTBEKASI– KPK menangkap Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin. Dia ditangkap terkait operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi.

“Untuk Bupati sedang dijemput dan dibawa ke KPK,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (15/10/2018).

Selain Neneng, KPK telah lebih dulu mengamankan 10 orang. Ada kepala dinas dan pihak swasta yang diamankan
Neneng sendiri sempat mengaku tak tahu soal OTT KPK di wilayahnya. Dia menyatakan kaget mendengar kabar OTT tersebut.

“Saya demi Allah nggak tahu,” ujar Neneng kepada wartawan di Pemkab Bekasi, Cikarang, Senin (15/10/2018).

KPK sudah mengumumkan penetapan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin menjadi tersangka. Selain Neneng, Direktur Operasional Lippo Group juga menjadi tersangka pemberi suap.

Penetapan tersangka ini terkait duaan tindak pidana korupsi pengurusan perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi.

5 Pejabat Kab Bekasi Ini Kena OTT KPK

0
Juru Bicara KPK Febri Diansyah

SOROTBEKASI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tangkap tangan 10 karyawan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Penangkapan diduga berkaitan dengan izin pembangunan proyek Meikarta di Bekasi.
Senin (15/10/2018), KPK menyegel sejumlah ruangan di Dinas PUPR Kabupaten Bekasi dan menyita uang sebesar Rp 1 miliiar.

Sekitar 10 orang yang terdiri dari unsur pejabat dan PNS pun telah diamankan dan kini tengah menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dugaan sementara Pejabatnya 5 (Dinas Pupr 3, Dinas Damkar 2). 5 orang lagi masih belum diketahui inisial dan profesinya.

Gedung DPR Kena Peluru Nyasar, TB.Hasanuddin: Tak Perlu Ribut

0

SOROTBEKASI – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat kembali heboh dengan adanya peluru yang mengarah pada sisi selatan gedung yang menghadap lapangan tembak, Senin (15/10/2018). Sontak hal ini membuat desas desus dan isu aneh merebak cepat. Padahal menurut ketua DPR RI Bambang Soesatyo, peluru tersebut merupakan peluru nyasar yang berasal dari lapangan tembak Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) yang berada di samping Kompleks Parlemen.

“Intinya ada yang latihan menembak di lapangan tembak Perbakin yang kemudian pelurunya nyasar ke Gedung DPR,” ujar Bambang dalam jumpa pers, Senin petang.

Sementara itu, TB Hasanuddin yang pernah menjabat sebagai anggota Komisi 1 DPR RI mengungkapkan, hiruk pikuk adanya berita bahwa ruang anggota DPR RI ditembak sebenarnya tidak perlu dibesar-besarkan. Sebab, menurutnya, kasus ini pernah terjadi pada 2011 kemudian pada 2 Oktober 2017 juga pernah terjadi di ruang kerjanya.

“Peluru pernah melayang menembus kaca jendela dan jatuh di meja kerja saya,” katanya Senin malam (15/10/2018).

“Waktu itu saya tidak ribut, sebagai seorang mantan prajurit TNI, saya cek. Pertama, arah peluru, elevasi peluru, kekuatan peluru menembus kaca dan kerusakan yang terjadi pada proyektil. Kedua, saya cek lingkungan sekitar gedung. Seperti kita ketahui ada lapangan tembak Perbakin,” tambah ketua DPD PDIP Jabar ini.

Kang Hasan, sapaan akrabnya, memprediksi, proyektil itu merupakan proyektil yang terjadi karena recloset dari arah selatan bisa jadi dari lapangan tembak Perbakin .

“Sehingga saya tidak mau ribut, rame, suudzon atau saya politisir. Ya sudah, saya cukup memberitahukan kepada aparat keamanan setempat,” ungkap Sekretaris Militer di Era Presiden Megawati serta ajudan Presiden Habibie ini
.(red/net)

Tiga Calon Rektor Unpad Ini Adu Gagasan

0

SOROTBEKASI-  Panitia Seleksi Pemilihan Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) menggelar diskusi publik 3 Calon rektor terpilih bersama para tokoh Jawa Barat, di Aula Pikiran Rakyat, Jalan Asia Afrika 77, Kota Bandung, Selasa (9/10). Ketiga Calon Rektor Unpad itu adalah Aldrin Herwany, Atip Latipulhayat, dan Obsatar Sinaga.

Ketiganya menyampaikan gagasannya di hadapan para tokoh Jawa Barat, mahasiswa, aktivis dan stakeholder yang ada di Jawa Barat. Dialog publik ini merupakan rangkaian akhir dari serangkaian kegiatan yang digelar oleh panitia seleksi dalam rangka

Pemaparan diawali oleh Calon rektor dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Aldrin Herwany. Aldrin yang memperoleh 6 suara pada Rapat Pleno Majeli Wali Amanah (MWA) ini bercit­cita menjadikan Unpad sebagai universitas riset berdaya saing internasional.

Dihadapan publik Aldrin berjanji, jika ia terpilih nanti, Unpad tidak lagi berlangganan jurnal internasional paket hemat. Ia ingin mahasiswa dan dosen mendapat akses lebih besar ke penelitian internasional. Aldrin yang telah mengikuti berbagai pelatihan dan dialog ekonomi internasional ini mengaku ingin dosen dan mahasiswa bisa bekiprah dalam riset dikancah internasional meskipun harus mengeluarkan biaya yang mahal.

World Class University

Sementara itu, calon dari Fakultas Hukum Atip Latipulhayat memberi perhatian pada desentralisasi pengelolaan Unpad. Menurutnya, desentralisasi memainkan peran penting Unpad dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Guru Besar Hukum Internasional itu berpendapat, sentralisasi menyebabkan fakultas kesulitan mengembangkan keilmuan. Atip yang pernah mencalonkan diri sebagai Hakim Konstitusi pada 2014 menyoroti birokrasi di jajaran Unpad.

Calon terakhir, Obsatar Sinaga, ingin menjadikan Unpad sebagai smart university pada 2024 dan menuju World Class University 2026.”Kalau smart university tentu bukan soal colokan dan wifi karena itu semua pasti sudah ada,” kata Obsatar saat memaparkan gagasannya. Obsatar yang pernah menjadi pembicara di MIT University, Amerika Serikat ini mengungkapkan World Class University itu harus diartikan sebagai universitas yang mampu berkiprah ditataran internasional dan kelas dunia. Hasil Riset, Diskursus-diskursusnya diperhitungkan dunia dan membawa pengaruh terhadap dunia global. “Sebagai Katalisatornya misalnya alumni-alumni Unpad harus mampu diterima oleh masyarakat internasional,” tegas Prof Oby, panggilan akrab Obsatar Sinaga.

Dengan potensi dan sumberdaya manusia yang dimiliki Unpad, Profesor yang pernah juga menjadi pembicara pada Oxford University Inggris ini yakin Unpad bisa menjadi World Class University. “Menyatukan energy, potensi internal dan external insyallah kita bisa mewujudkan,” jelas Obsatar Sinaga.

Banyak Anak Jurnalis Hilang Pasca Gempa Palu

0

SOROTBEKASI – Pasca Bencana Gempa dan Tsunamiyang melanda Kota Palu pada jumat, 28/9/2018, tak dapat disangkal meninggalkan dampak parah seperti reruntuhan bangunan, sampah, kendaraan yang terseret akibat terjangan tsunami, bahkan menurut kabar bencana ini banyak memakan korban jiwa.

Informasi update terkait lokasi terparah, serta data nama-nama korban tentu sangat diharapkan oleh orang-orang di luar Kota Palu. Barangkali banyak yang terputus kontak dan merasa khawatir akan keselamatan orang – orang yang merupakan keluarga mereka pasca bencana gempa dan tsunami.

Diantaranya yang mengalami kekhawatiran karena belum mendapat kabar kepastian perihal kondisi kedua anaknya yang berdomisili di Kota Palu, Rolly Wenas, Kepala Perwakilan Media Telusur News Sulawesi Utara, sangat berharap segera menerima kabar baik.

“Kami sangat berharap pihak otoritas di Palu serta media disana dapat memberikan informasi secepatnya secara update dan akurat lebih khusus tentang jumlah dan nama nama korban jiwa, serta yang selamat,dan data para pengungsi.hal ini kami mintakan karena sampe saat ini kami masih putus kontak dengan anak anak kami yang berada di kota Palu,” Kata Rolly Wenas (30/9/2018)

Sambung Rolly, “Karena belum kami dapatkan infornasi lebih rinci akan korban jiwa maupun yang selamat dan lokasi – lokasi pengungsian, maka saya akan melakukan upaya perjalanan dari manado ke Palu rencana bsk senin 1/10/2019. Untuk mencari informasi anak anak saya yang Perempuan bernama Adrina Wenas (24) karyawan Bank Mandiri Palu dan laki laki bernama Lukas Wenas (18) baru 3 bulan dikota Palu,” ungkap Wenas dengan wajah khawatir sambil memperlihatkan foto kedua anaknya

Informasi terbaru disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Becana (BNPB) Sutopo Purno Nugroho pada beberapa media minggu siang 30/9/2018 korban tewas akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala di sulawesi Tengah bertambah menjadi 832 orang. (tim)

Forum Batak Bersatu Deklarasi Dukung Jokowi- Ma’ruf

0

SOROTBEKASI – Forum Batak Bersatu Deklarasi Dukung Jokowi- Ma’ruf di Gedung Mulia Kebun Nanas Jakarta Timur Minggu 30/9 Pukul 21:11 WIB.

Bantu Bencana Sulteng, PDI Perjuangan Jabar Galang Solidaritas di Seluruh Jawa Barat

0

SOROTBEKASI, Musibah Bencana Gempa dan Tsunami Palu yang telah menelan banyak korban mengundang simpati dari berbagai penjuru nusantara bahkan dunia. Tak terkecuali Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jawa Barat.

Ketua DPD PDI Perjuangan Mayjen (Purn) Hasanuddin langsung melakukan bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dan memerintahkan seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang berjumlah 27 DPC untuk segera melakukan penggalangan bantuan sosial dan kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat Sulawesi Tengah

“Kita perintahkan seluruh DPC, dan Organisasi sayap partai, terutama Baguna untuk menghimpun dan menggalang solidaritas. Baik Materil maupun pakaian dan yang lainnya yang dibutuhkan korban bencana,” jelas Kang Hasan, sapaan akrab Hasanuddin. Untuk mempermudah, pihaknya akan membuka rekening yang akan dikontrol oleh Badan Penanggulangan Bencana (Bagun) DPD PDI Jawa Barat.

Hasanuddin menjelaskan, musibah yang dialami oleh masyarakat Palu dan Donggala, adalah musibah kita semua yang harus kita hadapi bersama. Sebagai saudara sebangsa, maka sudah sepatutnya masyarakat Indonesia memberikan simpati dan aksi sosial untuk meringankan kebutuhan mereka. Hasanuddin mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sigap dalam merespon musibah bencana tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder dan alat negara seperti Tentara Nasional Indonesia (TNI), Polri, BNPB dan. “Kita menaruh apresiasi kepada TNI, Polri, BNPB yang sigap. Solideritas ini luar biasa, dan kita harus bahu membahu membantu masyarakat saat dibutuhkan,” tegas Kang Hasan, saat berjumpa diruangan Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Jl. Pelajar Pejuang, Bandung. Kang Hasan juga meyakini dengan koordinasi yang baik Jokowi bisa menghadapi musibah ini.

Seperti diketahui, bencana gempa dan disusul dengan tsunami melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jum’at (28/9/2018). Akibatnya bangunan ambruk dan puluha jatuh korban jiwa. Berdasarkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu (29/9/2018), saat ini total jumlah korban tewas yang terdata yakni 384 orang. Jenazah ini tersebar diberbagai rumah sakit di Palu. Sementara itu, jumlah orang hilang yang terdata 29 orang. Dan Luka berat 540 orang. Sebaran korabn luka tersebar di sejumlah rumah sakit di Kota Palu.
“Jumlah korban ini hanya tercatat di Kota Palu. Belum ada di Donggala. Korban disembabkan gempa dan Tsunami,’ Jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugraha dalam konfrensi pers.

Sutopo pun menjelaskan jumlah korban akan teru bertambah. Ini lantaran sejumlah wilayah di Kota Palu dang Donggala belum disisir. “Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah. Karena proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Tim Sar gabungan. Selain itu sejumlah wialyah juga belum dijangkau oleh tim Sar,” jelasnya.

Kukuhkan Tiga PW, Waketum DMI Resmikan Muktamar PRIMA

0

SOROTBEKASI – Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol). Drs. H. Syafruddin, M.Si., telah membuka secara resmi Muktamar I Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI pada Jumat (28/9) malam di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Komjen. Pol. Syafruddin yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) itu lalu melantik kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) PRIMA DMI Periode 2018-2021 di tiga wilayah. Ketiga wilayah itu ialah Sulawesi Selatan Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Papua Barat.

Dalam amanatnya kepada segenap pengurus PRIMA DMI yang hadir dari seluruh Indonesia, Komjen. Pol. Syafruddin menyatakan bahwa tiga tahun masa kepengurusan itu relatif singkat.

“Tiga tahun kepengurusan PRIMA DMI itu relatif singkat. Walaupun singkat, PRIMA harus padat dan tendangannya kuat,” tuturnya pada Jumat (28/9) malam.

Menurutnya, PRIMA DMI merupakan bukti nyata kekayaan khazanah Islam di Indonesia sehingga harus berfungsi sebagai perekat ukhuwwah Islamiyyah dan ukhuwwah wathaniyah.

“PRIMA merupakan organisasi pemuda dan remaja masjid di bawah naungan DMI yang merupakan bukti kekayaan khazanah Islam di Indonesia. PRIMA DMI harus berperan sebagai perekat ukhuwwah Islamiyyah,” tegasnya.

Waketum PP DMI itu pun berharap agar PRIMA DMI yang sudah terbentuk dan tersebar di berbagai provinsi di seluruh Indonesia itu dapat terus melakukan kegiatan positif dan fokus untuk menukseskan 10 program utama DMI.

“PRIMA DMI harus fokus untuk mendukung dan menjalankan 10 program utama DMI. Saya yakin kalau kita fokus menjalankannya, waktu tiga tahun itu tidak akan cukup. Bahkan DMI yang lima tahun masa kepengurusan pun tidak cukup,” ungkapnya.

Komjen Pol. Syafruddin pun mengingatkan kepada pengurus PRIMA DMI untuk tetap ikhlash dalam menjalankan amanat dengan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT (ridha lil mardathillah).

“Pengurus PRIMA DMI harus ikhlash dalam aktifitas memakmurkan masjid, hanya berharap ridha Allah SWT,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan DMI.OR.ID, acara pembukaan Muktamar I PRIMA DMI ini dimeriahkan oleh lantunan merdu sholawat badar dan nada gambus Diin Assalaam yang dipopulerkan oleh Nissa Sabyan. Penampilan grup musik ini dibawakan secara terpadu oleh Mutu Chambers Bamboo Orchestra milik SMK TI di Cikampek, Jawa Barat.

Ada pula penampilan istimewa The Golden Voice sebagai vokalis grup musik yang personilnya mengalami tuna netra. Grup musik ini juga memimpin para hadirin untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Turut hadir dan memberikan sambutan dalam acara ini Ketua Umum PP PRIMA DMI, Muhammad Hanif Alusi, M.Si., dan Ketua Pelaksana Muktamar I PRIMA DMI, Asyriqin Syarif Wahadi.

Hadir pula sejumlah pengurus PP DMI, yakni Direktur Program PP DMI, Dr. H. Munawar Fuad Noeh, M.Ag., Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP DMI, Drs. H. Imam Addaruquthni, M.A., dan Sekretaris Departemen Pemberdayaan Organisasi dan Pembinaan Kewilayahan PP DMI, Drs. H. Chusnul Khuluk, M.M.

Hadir pula Ketua Departemen Kaderisasi Pemuda dan Remaja Masjid PP DMI, drg. Muhammad Arief Rosyid Hasan, M.K.M.

Muktamar I PRIMA DMI ini diselenggarakan pada Jumat (28/9) hingga Ahad (30/9) di Masjid Istiqlal, Jakarta. Kegiatan ini mengangkat tema: Remaja Masjid; Pelopor dan Penyempurna Peradaban Islam Indonesia.

Adapun 10 program utama DMI itu ialah Aplikasi DMI, Revitalisasi Akustik Masjid, Wisata Halal, Arsitektur Masjid, Masjid Bersih dan Sehat, Sertifikasi Tanah Waqaf Masjid, Manajemen Kemasjidan, Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid, Pembangunan Gedung DMI, serta Pendidikan dan Dakwah Masjid.(rls/**)

MOST COMMENTED

- Advertisement -